Memompa Asi Dengan Cinta

Posted on

originals.id – Tatkala Mama tak bisa menyusui si kecil secara langsung, Mama tetap dapat memberikan ASI perahnya dengan penuh cinta. Mama harus kembali bekerja padahal buah hati masih menyusu eksklusif? Itu bukan berarti Mama lantas menghentikan aktivitas menyusui. Bagaimanapun, ASI tetap yang terbaik untuk buah hati. Toh, Mama bisa memberikan ASI perah pada si kecil. Memang, menyusui langsung dari payudara lebih utama.

Namun, bila karena alasan tertentu menjadikan Mama harus memberikan ASI perah pada si buah hati, mengapa tidak? Sebagian Mama menyusui, terutama yang sudah aktif bekerja kembali, memanfaatkan pompa ASI (breast pump) untuk memerah ASI. Kegiatan memerah ASI penting dilakukan secara rutin dan berkala demi menjaga produksi ASI agar tetap berlimpah.

Pentingnya ASI untuk Bayi

Patut diingat, semakin sering diperah, produksi ASI akan semakin banyak. Untuk itulah Mama yang sudah aktif bekerja dan tidak dapat menyusui langsung membutuhkan alat bantu pompa ASI agar tetap dapat memerah ASI-nya.

Penting bagi Mama memahami alat yang digunakan untuk memompa ASI agar dapat memilih pompa ASI yang tepat dan sesuai kebutuhan. Prinsipnya, pompa ASI terbagi menjadi 2 kategori utama, yakni pompa manual yang dioperasikan dengan tangan dan pompa yang memanfaatkan tenaga baterai atau listrik. Ada beragam model pompa ASI yang beredar di pasaran.

Bagi Mama yang memungkinkan memompa di lokasi yang memiliki tenaga listrik, pilihlah pompa ASI bertenaga listrik karena memiliki kemampuan memompa lebih kuat dan stabil. Sebaliknya, dengan pompa ASI manual, kekuatannya memompa kerap tidak stabil karena sangat berpengaruh pada tenaga Mama saat memerah.

Pompa ASI manual merupakan pilihan tepat bagi Mama yang lokasi memerah ASI jauh dari tenaga listrik. Nah, manakah yang hendak Mama pilih? Semuanya terpulang pada Mama. Pastinya, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan!

Yang terpenting adalah pastikan bayi selalu tercukupi ASI karena hal ini adalah yang paling utama dan penting sekali. ASI sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi agar tetap sehat, kuat, dan cerdas di masa mendatang. Dan jangan lupa jaga kesehatan dan kebersihan agar tidak mudah terkena penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *