Pembangunan 30 Smelter Dievaluasi

Posted on

Pembangunan 30 Smelter Dievaluasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengevaluasi pembangunan smelter. “Kami diminta tegas dalam melakukan pengawasan pembangunan 30 smelter oleh perusahaan mineral tersebut, seperti nikel, bauksit, dan sebagainya,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Bambang Gatot Ariyono, dalam rapat dengan Komisi Energi DPR, Senin, 3 September lalu. Sejauh ini Kementerian sudah mencabut izin ekspor perusahaan mineral karena perkembangan pembangunan smelter yang lambat. Empat perusahaan itu terdiri atas tiga perusahaan tambang nikel dan satu perusahaan bauksit. Ketiga perusahaan tambang nikel adalah PT Surya Saga Utama di Bombana, Sulawesi Tenggara; PT Modern Cahya Makmur di Konawe, Sulawesi Tenggara; dan PT Integra Mining Nusantara di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sedangkan untuk perusahaan bauksit adalah PT Lobindo Nusa Persada di Bintan, Kepulauan Riau. “Masih ada perusahaan yang kami beri peringatan. Untuk empat perusahaan itu, masih ada AgustusSeptember,” kata Bambang Gatot. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi, Bambang Susigit, mengatakan sudah memberi peringatan kepada beberapa perusahaan yang tidak menunjukkan perkembangan dalam pembangunan smelter. Salah satunya adalah perusahaan nikel PT Toshida Indonesia dan PT Genba Nickel Mining.

“Mereka harus memperbarui laporannya. Kalau mereka tidak ada laporannya, berarti kan kami anggap mereka tidak ada progres. Kami surati dua kali,” ujarnya. Sementara itu, realisasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat atau smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, masih di bawah target. Freeport menargetkan pembangunan smelter bisa mencapai 5,18 persen pada Agustus ini. “Sudah lebih dari 90 persen dari target sesuai rencana,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Toni Wenas. Pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur, per Februari 2018 mencapai 2,43 persen. Hingga Agustus 2018, pembangunan smelter ditargetkan bertambah 2,75 persen. Jika perkembangannya bertambah 2,75 persen pada Agustus, secara total perkembangannya mencapai 5,18 persen. Tony menuturkan, capaian itu pun sudah disampaikan kepada pemerintah.

Nantinya capaian itu akan diverifikasi oleh tim. “Sudah dikirim laporannya. Nanti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang memeriksa, verifikasinya dari surveyor,” ujar Tony. Dalam rapat tersebut, anggota Komisi Energi DPR, Kurtubi, meminta Freeport secara tegas mengkonkretkan kerja samanya dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk membangun smelter di Sumbawa Barat. Tujuannya, agar rencana PT AMNT membangun smelter dengan kapasitas yang tepat bisa dipercepat. “Pembangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat lebih tepat dan lebih efisien, baik secara nasional maupun dilihat dari sisi kedua perusahaan,” kata Kurtubi. Menurut Kurtubi, pembangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat lebih tepat karena merupakan tanah daratan atau pegunungan yang padat, sedangkan di Gresik lokasinya merupakan tanah reklamasi yang labil. Selain itu, jarak Mimika ke Kabupaten Sumbawa Barat lebih dekat dibanding dari Gresik. Secara nasional, kata Kurtubi, smelter di Kabupaten Sumbawa Barat bisa mengurangi kesenjangan antardaerah dan bisa menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan industri hilir ikutannya. Ia mengusulkan agar pemerintah segera membuat rencana terpadu pembangunan smelter dengan rencana industri hilir yang memanfaatkan output smelter sebagai bahan baku industri. “Misalnya saja, output smelter tembaga yang berupa tembaga dan produk ikutan, menjadi bahan baku pabrik kabel listrik, alat-alat ekektronik, onderdil mobil listrik, pabrik semen, dan lainnya,” kata Kurtubi.

Smelter tersebut nantinya di bangun dengan standar internasional, salah satunya adalah ketersediaan pasokan listrik yang memadai. Nah salah satu penghasil listrik yang biasa digunakan di lokasi tambang adalah genset perkins. Genset perkins biasa digunakan di lokasi tambang sebagai sumber listrik tambang, hal ini di karenakan di lokasi tambang belum ada aliran listrik dari PLN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *