Dari Auditor Sampai Jadi Bos PTPN IX Bag. 2

Posted on

Kepercayaan pemerintah itu tentu saja didasarkan pada kinerjanya selama ini. Ia juga mengaku telah menjalani berbagai tahapan seleksi ketat sebelum akhirnya dipercaya menjadi Direktur Utama PTPN IX. Menurutnya, jabatan baru ini merupakan hasil dari kerja kerasnya yang meniti karier dari bawah.

Dia juga akan tetap konsisten menunjukkan hasil atas setiap pekerjannya. Menurutnya menunjukkan track record yang positif merupakan bentuk penghargaan bagi pemegang saham.

Apalagi jabatan baru ini merupakan tanggunjawab yang tidak mudah, tapi juga kesempatan untuk terus maju. Iryanto mengaku perjalanan karirnya mengalir begitu saja setahap demi setahap.

Hal itu tak terlepas dari prinsipnya untuk terus berkarya. Karena itu, ia tidak ingin berhenti sampai pada posisi saat ini. Dia bilang, dia ingin terus berkarya, sepanjang masih bisa berkonstribusi secara lebih baik. Disambut demo Kontribusi inilah yang ingin dia tunjukkan ke pemerintah sebagai pemegang saham PTPB IX.

Apalagi saat ditunjuk sebagai Direktur Utama PTPN IX, Iryanto disambut dengan aksi unjuk rasa oleh karyawan. Namun ia tidak berkecil hati. Ia menilai positif, karena demonstrasi tersebut merupakan tantangan awal bagi dirinya untuk menjadi pimpinan PTPN IX.

Penolakan karyawan PTPN IX terhadap Iryanto didasarkan pada ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan Kementerian BUMN yang mengangkat bekas auditor sebagai direktur utama. Apa lagi, latar belakang pendidikan Iryanto bukan di bidang perkebunan.

Namun lelaki berdarah Batak ini menganggap aksi demonstrasi itu sebagai bentuk kepedulian pada kemajuan perusahaan. “Buat saya itu challange. Tidak bisa karena saya didemo, saya menolak tugas. Sudah serah terima jabatan, ya sudah, saya jalankan,” ujarnya.

Tantangan berikutnya yang dia hadapi adalah berusaha menyakinkan karyawan untuk menerima visinya dengan benar. Iryanto menilai ada sesuatu yang positif dari kekompakan karyawan saat berdemontrasi menolak dirinya. Artinya, ujar Iryanto, dengan kekompakan tersebut, karyawan bisa dia arahkan untuk tetap kompak dalam memajukan perusahaan.

Tak mau berlama-lama, setelah menduduki pucuk pimpinan PTPN IX, Iryanto langsung tancap gas. Ia harus belajar cepat tentang tugastugas barunya dan harus lekas menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.PTPN IX

 

Hasilnya, Iryanto merancang strategi baru memajukan PTPN IX. Selain dengan menjalankan sistem manajemen yang kredibel dan transparan, dia mencari cara agar perusahaan bisa segera mengalami kemajuan. Maklum, ketika ia memegang komando kepemimpinan, PTPN masih terbelit kerugian dari bisnis gula. Pada tahun 2015, PTPN IX tercatat merugi Rp 115 miliar dan tahun 2016 merugi Rp 305 miliar. “Kuncinya adalah fast learner.

Karena pola manajemen perusahaan itu sama. Yakni mulai dari membuat perencanaan, mengeksekusi dan mengendalikannya. Meskipun sama, tapi strateginya berbeda.

Bila saya tadi sukses di BII, tidak bisa saya terapkan strategi yang sama di Samudra Indonesia, atau di PLN atau di Bulog dan begitu juga di PTPN,” imbuhnya.

Dalam memimpin PTPN IX, Iryanto mengaku telah menyiapkan perencanaan yang matang dan fokus untuk mencapai tujuan. Tahun 2018 ini, ia memacu seluruh karyawan dan manajemen untuk fokus mengurangi kerugian yang dialami perusahaan.

Ia menemukan perusahaan masih mencatat kerugian di salah satu line bisnis, yakni gula. Karena itu, ia meminta manajemen dan seluruh karyawan meningkatkan produksi gula dari 50.000 ton tahun 2017 menjadi 77.000 ton sampai penghujung tahun 2018.

Iryanto menyadari target tersebut tidak mudah dicapai. Apalagi, saat ini dua pabrik PTPN IX sedang direvitalisasi. Untuk mencapai target tersebut, Iryanto memilih fokus memperbaiki berbagai hal. Mulai dari sisi tanaman tebu milik perusahaan, kesiapan pabrik, tenaga kerja, hingga pengelolaan keuangan.

Dari sisi keuangan, Iryanto juga punya pengalaman di Bulog sebagai Direktur Keuangan. Ia optimis dengan perencanaan matang, PTPN IX dapat menekan kerugian tahun ini. “Saya menargetkan sektor keuangan membaik dan tahun 2019 atau 2020 perusahaan tidak lagi rugi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *